Jumat, 08 Februari 2013

Struktur Kurikulum 2013


Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.


Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.
Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.
Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.
Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.
Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.



Sumber :  http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-4
Baca link aslinya : Struktur Kurikulum 2013

Selasa, 11 Desember 2012

cerpen_01


      BAYANG-BAYANG PUDAR
            (Cerpen Karya Sri Hastini, S. Pd.)
             
         Hari telah larut, namun seperti biasanya, Leva tak kuasa memejamkan matanya. Bayang-bayang  Fahri terus saja mengusik tidurnya. Ia sadar bahwa Fahri telah tiada, tapi untuk melupakan kenangannya ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Kejadian itu telah lama berlalu, tapi usaha Leva belum berhasil, ia belum mampu melupakan kekasihnya yang telah lama pergi ke sisi-Nya. Ia ingat betul sebelum Fahri pergi jauh, Fahri minta agar Leva menuliskan puisi untuknya. Leva menuliskan puisi cinta untuk Fahri. Dalam puisi itu Leva ungkapkan rasa kasihnya yang begitu dalam, meskipun Leva menyadari bahwa untuk mencintai Fahri butuh banyak pengorbanan. Leva juga menyadari bahwa Fahri bukan lelaki yang didambakan keluarganya. Leva telah dijodohkan dengan putra teman ayahnya sejak kecil. Dan Fahri tahu itu semua. Tapi bukan Fahri jika menyerah begitu saja.  Fahri terus meyakinkan keluarga Leva bahwa ia pantas menjadi pendamping hidup Leva. Fahri pun telah banyak berkorban untuk bisa mendapatkan restu orang tua Leva. Tapi apa daya, orang tua leva tetap pada pendiriannya.
            “Leva, rasanya aku tak sanggup lagi menaklukkan orang tuamu,” kata Fahri sedih.
            “Kamu nyerah, Fahri?” jawab Leva tak percaya.
            “Maafkan aku, Leva,” kata Fahri lirih. Ia tak kuasa melihat kesedihan di mata gadis yang begitu ia
kasihi. Fahri tahu, Leva pasti tak percaya dengan keputusannya.  Fahri sudah memikirkan akibatnya jika ia tetap keukeuh   bersama Leva, Leva pasti dikucilkan keluarganya. Fahri  tidak tega jika akhirnya Leva menderita akibat perbuatannya.
              “Leva, aku besok akan pergi jauh, bisakah kamu mengantarku sampai bandara?”
             “Kamu akan ke mana Fahri?”
             “Aku akan pergi ke suatu tempat. Aku telah bergabung sebagai relawan, Lev”
             “Untuk berapa lama?”
             “Aku belum tahu.” 
            “Kamu...kamu  tega sekali meninggalkanku, Fahri,” ucap Leva terisak.
            “Lev, ini pilihan hidupku, aku berharap kamu mengerti.  Kamu juga tahu kan, kalau orang tuamu tetap pada pendiriannya?Aku doakan kamu bahagia dengan pilihan orang tuamu,”jawab Fahri.             Fahri berat sekali mengucapkan kalimat perpisahan itu. Tetapi itu harus ia lakukan karena ia tidak mungkin melawan kehendak orang tua Leva. Pada akhirnya, dia terpaksa mengalah. Dia tidak tahu, apakah bisa melupakan kekasihnya. Yang ia rasakan adalah kegagalan dalam memperjuangkan cintanya.
             “Leva, aku tidak ingin melihatmu menangis, terima saja ini semua sebagai takdir yang terbaik untuk kita,”ujar Fahri
              “Aku ingin takdirku bersamamu, Fahri., bukan pria lain!”                                                                     1                                       
             “Leva,  kita sama-sama tahu bagaimana perasaan kita. Aku pun berat sekali berpisah denganmu. Kamu pasti tahu itu, tapi aku pun harus melanjutkan hidupku dan begitu pun sebaliknya. Kita sudah berusaha Leva, tapi jodoh, hidup, dan mati itu bukan kita yang menentukan. Kamu tahu maksudku kan?”
             “Aku tahu Fahri, mungkin kita memang tidak berjodoh.Dan aku tidak tahu,butuh waktu berapa lama untuk bisa melupakanmu,”jawab Leva berlinang air mata.  
             “Leva, aku tidak mungkin bisa melupakanmu, melupakan kenangan- kenangan kita, kamu akan tetap di hatiku, sekarang dan untuk selamanya,” kata Fahri sedih. “Leva, tolong tuliskan puisi untukku sebagai kenang-kenangan terakhir.”Ia pun tak kuasa membendung air matanya. Ia tahu bahwa itu pertemuan terakhirnya dengan wanita yang dicintainya. Leva pun menuliskan puisi cintanya untuk Fahri sambil meneteskan air mata.
             “Ini Fahri puisi dariku. Bacalah di pesawat besok. Besok tunggu aku, Fahri, aku akan mengantarmu. ”
             “Terima kasih Leva, aku pulang dulu, jangan lupa besok jam delapan aku tunggu di bandara, bye leva!” Fahri meninggalkan Leva yang masih berdiri mematung di taman yang biasa dikunjungi mereka berdua.
             “Bye, Fahri,” ucap Leva lirih. Leva merasakan bahwa itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Fahri.
Waktu terus merangkak, tak terasa hari tlah berganti. Dan waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan. Mereka telah tiba di bandara. Leva  dan Fahri duduk termenung tanpa sepatah katapun terucap dari bibir mereka.  Mereka hanya saling memandang untuk mengungkapkan perasaan dan kesedihannya. Tak kuasa air mata mereka menetes.
“Leva, pulanglah, aku akan berangkat”
“Baiklah Fahri, selamat jalan, baca puisi dan suratku setelah kamu di pesawat, assalamualaikum!”
Fahripun berjalan menuju pesawat, sementara Leva terus memandangi Fahri sampai  bayangannya tak terlihat. Dengan langkah gontai Leva meninggalkan bandara. Ia tidak langsung pulang, tapi  langkahnya menuju taman yang biasa ia kunjungi bersama Fahri. Di taman itu, Leva teringat kembali awal pertemuannya dengan Fahri. Ya, awalnya Leva tak mempunyai perasaan apa pun terhadap Fahri. Tetapi kebaikan, perhatian, dan kekonyolannya membuat Leva tak berkutik ketika Fahri menyatakan perasaannya. Apalagi melihat ketaatan pada agamanya membuat Leva mantap melangkahkan kakinya bersama Fahri.Waktu itu Leva tidak tahu bila dirinya telah dijodohkan dengan  Ardi, putra teman ayahnya.
Sementara itu, di dalam pesawat Fahri membuka surat dan puisi yang ditulis Leva. Fahri membaca puisinya, ia tersentuh sekali sampai meneteskan air mata. Padahal ia tahu, Leva menulis puisi itu dihadapannya kemarin, dalam waktu sekejab, tapi  sangat mewakili perasaan mereka berdua. Surat yang ditulis Levapun tak mampu membendung air mata Fahri. Fahri membaca surat Leva. Kata demi kata, ia resapi maknanya.                                                                                                                                          2
Dear : Fahri
Ass. Wr.wb.
Bila waktu bisa diputar kembali, aku ingin menjadi bayanganmu, yang setiap saat selalu bersamamu, tanpa ada rasa takut kehilanganmu. Bila aku tahu bahwa kau hadir dalam hidupku untuk kemudian pergi…  tentu aku akan pergi dahulu, sebelum kau lihat air mataku.
Fahri…, selamat tinggal, aku tak tahu, butuh waktu berapa lama untuk bisa melupakanmu. Sampai saat aku menulis surat ini, perasaanku tetap sama, tak berubah.  Aku doakan semoga kamu bahagia di tempat tujuanmu.Aku tahu kau pergi untuk tujuan yang mulia.  Jangan lupa ibadahmu.   
Fahri…, tolong doakan aku, semoga takdirku lebih indah dari apa yang aku bayangkan.
Wassalam.                                                                                                                                                                                                                                 
           From : Leva
              Tak terasa sepuluh  tahun tlah berlalu.Dan ternyata perjodohan Leva gagal karena Ardi tahu Leva tidak mencintainya dan kebetulan Ardi di tugaskan kantornya di Irian Jaya. Di Irian, Ardi bertemu dengan Aveva, teman sekantor Ardi,  yang kemudian dipersunting menjadi istrinya. Sedangkan Leva masih tetap sendiri. Dia tidak memikirkan pernikahan. Hari-harinya ia habiskan waktunya dengan bekerja dan bekerja. Orang tuanya pun telah mengingatkan Leva supaya memikirkan pernikahan, tapi leva tak mengiyakan saran orang tuanya.  Orang tuanya pun telah menyadari kekeliruannya dulu hingga Leva berpisah dengan Fahri yang kini tak tahu rimbanya. Sesungguhnya Leva telah berusaha membuka pintu hatinya untuk pria lain, tapi selalu gagal dan gagal. Ternyata rasa kasihnya pada Fahri belum seutuhnya hilang, hingga sulit untuk bisa menerima pria lain dengan segenap jiwa. Teman-teman sekantornya pun sering menjodohkan, tapi tak satu pun yang berhasil.
                 “Leva, ada surat di meja kamarmu, tapi tidak ada alamat pengirimnya,” kata ibu ketika Leva pulang dari kantor. Leva masuk ke kamarnya. Di ambilnya surat tanpa pengirim itu, kemudian Leva membacanya. Tangan Leva bergetar.
                  Untuk : Leva
                 Assalamualaikum.
                 Leva,jangan kaget,ini  aku, Fahri. Maaf nama pengirimnya sengaja tidak aku tulis. Leva, aku tidak tahu harus bicara dari mana, yang jelas aku jauh di sini tapi perasaanku tetap sama seperti  dulu. Aku tahu kalau kamu tidak berjodoh dengan Ardi. Aku tahu informasi itu dari teman kita, Anton, kira-kira dua minggu yang lalu. Saat aku tahu keadaanmu sekarang, aku tak tahu aku senang atau sedih, yang kutahu aku masih punya harapan padamu. Sejak saat itu, aku sering melihat profilmu di face book. Aku minta maaf karena begitu lama tak memberi  kabar padamu, aku takut jika mengganggumu dan aku ingin memberi  kejutan untukmu.  
                   Leva, seminggu lagi aku akan pulang, kamu mau menjemputku di bandara? Aku jadi ingat kenangan sepuluh tahun yang lalu di bandara. Saat itu aku merasa seperti tak akan bisa bertemu kamu lagi.                                                                                                                                                                              3
                  Leva, aku tahu sampai saat ini kamu masih sendiri. Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu terhadapku saat ini, yang aku tahu, sepuluh tahun bukanlah waktu yang sedikit untuk membuktikan rasa kasihku padamu, dan juga rasa kasihmu terhadapku. Aku berharap, masih ada kesempatan kedua bagiku.
                  Leva…, perasaanku takkan pernah berubah. Tunggulah aku, kita wujudkan impian kita dulu yang sempat tertunda. Semoga Allah memudahkan rencana kita.
                 Wassalam.
                                                                                                                                      Dariku : Fahri
                 Begitu Leva selesai membaca surat itu,Leva menangis tersedu, kemudian  Leva berteriak memanggil ibunya.
                “Ibu…Ibu…!”
                 “Ada apa, Lev, kok berteriak kencang begitu?”
                “Ini, Bu. Surat dari Fahri! Seminggu lagi Fahri pulang, Bu, dia minta aku menjemputnya di bandara,” jawab Reva berbinar-binar. Ibunya baru melihat Reva sebahagia itu sejak sepuluh tahun belakangan ini. Ibunya tahu bahwa Leva masih mengharapkan Fahri.
                “Dari Fahri? Fahri akan kembali? Terima kasih ya, Allah, Kau kabulkan doaku,” jawab ibu sambil memeluk Leva.
                 Sejak mendapatkan surat itu, hati lajang berusia tiga puluh tahun itu pun berbunga-bunga. Ia membayangkan wajah Fahri dulu dengan segala kekonyolannya. Leva tersenyum sendiri  jika mengingatnya. Dan sepuluh tahun ia tak melihatnya, apakah ia berubah? Leva hanya bisa membayangkan  pertemuannya besok.  Ya, besok jam dua siang ia akan menjemput Fahri di Bandara. Ia akan menggunakan baju putih, warna kesukaan Fahri.
                  Di bandara. Jam dua telah lewat, Leva gelisah bukan main karena pesawat yang ditumpangi Fahri belum mendarat. Jam tiga berlalu, jam empat terlewati. Di saat orang-orang sedang gelisah tiba-tiba terdengar ledakan  sangat keras dari landasan pesawat. Tak lama kemudian  suasana bandara berubah mencekam dan  tak lama tangis pun pecah di mana-mana. Leva mendengar pengumuman bahwa pesawat yang ditumpangi Fahri gagal mendarat. Leva pun tak sadarkan diri.
                  “Leva…, bangun, Nak. Ini Ayah dan Ibu,” kata ibu terisak sambil membangunkan Leva dari pingsannya. Tak lama kemudian Leva sadar.
                 “Fahri mana, Bu? Fahri jadi pulang, kan Bu?” tanya Leva sambil mengguncang-guncangkan tangan ibunya.
                 “Leva, tabahkan hatimu, Nak,”
                 “Fahri suruh ke sini, Bu. Leva kangen sekali ingin  bertemu  Fahri,”
                 “Leva, Fahri telah pergi ke alam baqa,” jawab ibu terisak.                                                                 4
                 “Apa, Bu? Ke alam baqa? Fahri meninggal?”
                 “Benar, Leva. Kamu yang tabah ya, doakan supaya Fahri bahagia di sisi-Nya.”
                 “Ibu, Fahri belum meninggal, dia bilang agar Leva menjemputnya di bandara, kok!”
                 “Leva, Ibu tahu kamu belum bisa menerima kenyataan ini, tapi ibu tidak mau membohongimu, Nak. Fahri benar-benar telah meninggal, Lev,” kata Ibu terisak.
                  Setelah Leva mendengar kalimat terakhir ibunya, ia baru sadar bahwa Fahri benar-benar telah tiada. Levapun menangis pilu dalam pelukan ibunya. Ayahnya pun menitikkan air matanya. Ia tak tega melihat kesedihan anak semata wayangnya itu. Anaknya yang belum sempat  merasakan kebahagian yang baru saja akan diraih. Tapi apalah daya, jodoh bukanlah manusia yang menentukan. Di balik peristiwa itu pasti ada hikmahnya. Ia harus bisa membangkitkan semangat hidup anak gadisnya. Ia tak boleh terlihat lemah.
                “Ayah, apakah Fahri telah dimakamkan? Aku ingin salat jenazah, Yah!”
  “Belum dimakamkan, Lev. Mari kita salat jenazah,” jawab ayah Leva sambil membimbing tangan Leva.
  “Ayah, bolehkan aku mengantar jenazah Fahri?”  tanya Leva dengan mata menerawang sambil berjalan di sisi ayahnya.
  “Boleh Leva, nanti ayah akan minta izin pada keluarga Fahri,” jawab ayah Leva dengan sabar.
  “Ayah, bolehkah Leva …e…Leva  menyusul Fahri? Leva ingin pergi bersama Fahri, Yah. Sudah lama sekali Leva  menunggu Fahri  !”
  “Leva…,Leva…, sadarlah, Nak!” jawab ayahnya terisak sambil membimbing  tangan anaknya.
  “Ayah…itu Fahri melambaikan tangannya padaku, Yah!” teriak Leva dengan mata nanar.
  Dan  lorong rumah sakit itu kini sunyi, sepi. Hanya tampak seorang lelaki tua membimbing putrinya   berjalan  menjauh. 


Sri Hastini, S.Pd. adalah Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 9 Purworejo
 

Minggu, 09 Desember 2012

Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Mapel Bahasa Indonesia untuk SD Kelas I-VI


KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
SEKOLAH DASAR KELAS I - VI


KELAS I
KOMPETENSI INTI
USULAN KOMPETENSI DASAR
1.    Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

1.1 Menerima Bahasa Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa
1.2 Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.
1.3 Membacakan doa dengan pengucapan yang baik
1.4 Mendengarkan cerita dan puisi tentang perilaku terpuji (perhatian pada sesama makhluk hidup dan lingkungannya)
2.    Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
2.1 Menunjukkan perilaku yang baik dan sopan dalam mendengarkan dan berbicara pada saat memperkenalkan identitas diri, bercakap-cakap dengan keluarga, guru, dan teman
2.2 Menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya
2.3 Menunjukkan perilaku pola hidup sehat (perawatan tubuh, pemenuhan gizi, lingkungan yang sehat, main dan istirahat yang cukup) dan menyayangi makhluk hidup
3.    Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah  
3.1 Mengenali melalui pengamatan terhadap objek, bentuk benda, wujud benda, serta perubahan benda yang berada di sekitar rumah, jalan, dan sekolah
3.2 Memahami isi cerita melalui mendengarkan cerita yang dibacakan orang lain  dengan penuh perhatian dan mengajukan pertanyaan
3.3 Memahami cara melafalkan kata dan kalimat dengan benar
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Berkomunikasi secara lisan dengan orang lain dengan menggunakan informasi tentang data diri, bagian tubuh  dan kebutuhan tubuh, lingkungan dan pola hidup sehat,   lingkungan sekitar , buah, tanaman, dan masakan
4.2 Menceritakan hasil pengamatan di rumah, jalan, sekolah dengan kalimat sederhana
4.3 Berbicara spontan tentang diri
4.4 Menanggapi cerita dongeng binatang (fabel) dan menjelaskan apa yang akan dilakukan seandainya menjadi salah satu tokoh dalam cerita.
4.5 Mengamati tentang diri, makhluk hidup dan benda di sekitar dan menceritakan kepada orang lain
4.6 Mengamati contoh penulisan kata sebagai keterangan gambar, bercerita dan menyalin kata
4.7 Menulis kalimat pendek (2–4 kata) yang didiktekan guru dengan huruf  lepas
4.8 Menerapkan cara membaca (permulaan) dengan cara yang benar (cara duduk, jarak mata dan buku, cara memegang buku, cara membalik halaman buku, memilih tempat dengan cahaya yang  terang)
4.9 Menerapkan cara menulis (permulaan) dengan benar (cara duduk, cara memegang pensil, cara meletakkan buku, jarak mata dan buku, dan memilih tempat dengan cahaya yang terang)


KELAS II

KOMPETENSI INTI
USULAN KOMPETENSI DASAR
1.       Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menerima Bahasa Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa
1.2 Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.
1.3 Mengucapkan doa dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang dianutnya
2.       Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,  dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
2.1 Menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya
2.2 Gemar menggali informasi melalui membaca dan mendengarkan dari sumber lain berdasarkan rasa ingin tahu
2.3 Berperilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari
2.4 Menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari
3.       Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

3.1 Mendengarkan  pesan pendek,  larangan, permintaan, penolakan, teks pendek, lagu anak-anak dan memberikan tanggapan yang sesuai
3.2 Membacakan kalimat sederhana dan puisi anak-anak (dengan lafal dan intonasi yang tepat) dan menjelaskan isi
3.3 Mendengarkan cerita tentang kegiatan sehari-hari, gambaran tentang alam sekitar, dan memahami isinya

4.       Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 
4.1 Bercerita tentang pengalaman yang mengesankan
4.2 Menceritakan kegiatan sehari-hari yang menerapkan pola hidup hemat energi
4.3 Berbicara spontan tentang diri sendiri dan keluarga
4.4 Memelihara hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar dan menceritakan pengalamannya
4.5 Menyampaikan informasi (jadwal upacara, piket kelas, kerjabakti, dsb.) kepadateman, anggota keluarga
4.6 Mengamati keadaan dan kenampakan alam, aktivitas makhluk hidup (pada waktu siang dan malam hari) dan menanggapinya secara lisan dengan kalimat [(Seandainya saya _____, saya akan _______.”) berdasarkan hasil pengamatan)]
4.7 Menulis kalimat sederhana berdasarkan gambar dengan menggunakan huruf lepas dan tegak bersambung dan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik
4.8 Menerapkan cara membaca (permulaan) dengan cara yang benar (cara duduk, jarak mata dan buku, cara memegang buku, cara membalik halaman buku, memilih tempat dengan cahaya yang  terang)
4.9 Menerapkan cara menulis (permulaan) dengan benar (cara duduk, cara memegang pensil, cara meletakkan buku, jarak mata dan buku, dan memilih tempat dengan cahaya yang terang)


KELAS III
KOMPETENSI INTI
USULAN KOMPETENSI DASAR
1.    Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menerima Bahasa Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa
1.2 Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.
1.3 Mengucapkan doa dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang dianutnya
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru
2.1 Menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya
2.2 Gemar menggali informasi melalui membaca dan mendengarkan dari sumber lain berdasarkan rasa ingin tahu
2.3 Berperilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari
2.4 Menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari
3.    Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3.1 Mendengarkan petunjuk, penjelasan, cerita pengalaman teman dan mengajukan pertanyaan
3.2 Mendengarkan penjelasan  tentang perubahan cuaca dan musim serta pengaruhnya terhadap kegiatan manusia dan menanggapinya dengan menulis pertanyaan
3.3 Membaca dongeng, puisi anak-anak dan mengungkapkan kembali dalam permainan peran
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1   Menggunakan dongeng, legenda, pengalaman, peristiwa yang mengesankan untuk menuliskan kembali dalam beberapa kalimat sederhana
4.2   Menulis dalam satu paragraf sederhana dan puisi berdasarkan pengalaman atau pengetahuan sebelumnya
4.3   Berbicara spontan tentang diri sendiri, keluarga, dan sekolah
4.4   Menjelaskan secara lisan bagan, gambar tentang daur hidup beberapa jenis makhluk hidup dengan menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup dengan bahasa yang runtut
4.5   Mengidentifikasi dan menjelaskan secara lisan berbagai bentuk energi (panas, listrik, gerak ) dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari
4.6   Menjelaskan secara lisan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar dan menuliskan saran pemecahan dalam beberapa kalimat 
4.7   Menjelaskan jenis-jenis pekerjaan dan menang gapinya secara tertulis dengan kalimat [( ”Seandainya saya _____, saya akan _______.”) sebagai seseorang yang berprofesi tertentu]
4.8   Menuliskan pesan singkat kepada teman-teman
4.9   Mengamati daur hidup hewan (kupu-kupu, katak, capung, belalang) dan melaporkan hasil pengamatan secara tertulis dalam bentuk uraian, bagan, gambar
4.10 Mengidentifikasi berbagai bentuk energi (panas, listrik, gerak) dan menjelaskan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari secara lisan dan tulis

KELAS IV
KOMPETENSI INTI
USULAN KOMPETENSI DASAR
1.       Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menerima Bahasa Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa
1.2 Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.
1.3 Mengucapkan doa dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang dianutnya
2.       Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
2.1 Menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya
2.2 Gemar menggali informasi melalui membaca dan mendengarkan dari sumber lain berdasarkan rasa ingin tahu
2.3 Berperilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari
2.4 Menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari
3.       Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan  menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3.1 Mendengarkan informasi berdasarkan penjelasan mengenai denah
3.2 Mendengarkan pengumuman yang dibacakan, dialog yang mengandung tawaran, larangan, teguran, pemberitahuan dan menuliskan kembali intinya dalam satu atau dua kalimat
3.3 Membaca teks tentang berbagai topik, membuat pertanyaan, dan menuliskan gagasan pokok
3.4 Membaca isi petunjuk pemakaian suatu alat dan melakukannya
3.5 Membaca dan menemukan makna kata dalam kamus /ensiklopedia
3.6 Membaca cerita rakyat dan menjelaskan isinya (tokoh, tempat, amanat)
4.       Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
·     Menjelaskan kembali  isi   informasi yang disampaikan dalam bentuk denah (dengan membuat denah)
·     Melengkapi bagian cerita rumpang dengan kalimat yang tepat
·     Menulis surat untuk teman sebaya tentang pengalaman atau cita-cita dengan menggunakan ejaan yang benar
·     Menjelaskan secara lisan petunjuk penggunaan suatu alat dengan bahasa yang mudah dipahami dan kalimat yang runtut
·     Membaca naskah drama anak-anak (tentang berbagai topik) dan memerankannya dengan ekspresi yang sesuai
·     Bermain  peran sebagai figur tertentu (dokter, guru, pedagang sayur, polisi, dsb.) yang  sedang berbicara.
·     Menjelaskan secara lisan jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi dengan menggunakan peta dan atlas
·     Mewawancara teman satu sekolah untuk mengumpulkan informasi tentang identitas diri (nama-nama suku bangsa), istilah kekerabatan, nama pakaian tradisional, nama makanan khas, dsb. dan menuliskannya ke dalam tabel.
·     Mengamati dan mendeskripsikan secara lisan bentuk luar (morfologi) tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya
·     Menyelidiki dan menuliskan hasil penyelidikan secara tertulis sifat benda dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari
·     Menyelidiki hubungan antara  gaya, gerak, dan energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyimpulkan hasil penyelidikan secara tertulis

KELAS V
KOMPETENSI INTI
USULAN KOMPETENSI DASAR
1.    Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menerima Bahasa Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa
1.2 Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.
1.3 Mengucapkan doa dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang dianutnya
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
2.1 Menyapa orang lain dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih, atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya
2.2 Gemar menggali informasi melalui membaca dan mendengarkan dari sumber lain berdasarkan rasa ingin tahu
2.3 Berperilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari
2.4 Menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari
3.    Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati,  menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya  di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3.1 Mendengarkan peristiwa di lingkungan sekitar dan mengemukakan secara tertulis pendapat tentang peristiwa itu
3.2 Mendengarkan karya sastra (pantun anak-anak atau cerita rakyat)  dan mengungkapkan kembali isinya secara tertulis
3.3 Memahami isi teks percakapan dan membacakan teks percakapan dengan lafal dan intonasi yang tepat serta menuliskan kesimpulan isinya dalam beberapa kalimat
3.4 Membaca dan menemukan informasi penting teks dengan cepat (75 kata per menit)
3.5 Membaca dan menemukan informasi tertentu dari teks (buku telepon, jadwal perjalanan, daftar susunan acara, daftar menu, dsb.)
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Menjelaskan  hasil pengamatan/ kunjungan secara lisan
4.2   Bercerita tentang perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi dalam aktivitas ekonomi dalam konteks nasional
4.3   Berbalas pantun dengan teks yang sudah dipersiapkan
4.4   Mendiskusikan tentang organ tubuh manusia dan fungsinya dan  bagaimana menjaga kesehatan (pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah)
4.5   Menerapkan sifat-sifat cahaya dalam membuat suatu karya dan menjelaskan cara kerjanya secara lisan
4.6   Menjelaskan secara tertulis jenis bencana alam di Indonesia dan upaya penanggulangannya serta mengungkapkan pengandaian diri sebagai relawan pada jenis bencana alam  tertentu
4.7   Menulis karangan tentang berbagai topik
4.8   Menulis surat resmi (mengundang sekolah lain untuk kegiatan tertentu)
4.9   Menyusun  dialog antara dua orang  tokoh
4.10      Menulis ringkasan  artikel  
4.11      Menulis laporan berdasarkan hasil pengamatan/kunjungan suatu objek
4.12      Menulis pantun (kerukunan, kerja keras, toleransi, persahabatan, dsb.)
4.13      Mendeskripsikan secara lisan kerusakan alam akibat aktivitas manusia dan upaya pencegahannya

KELAS VI
KOMPETENSI INTI
USULAN KOMPETENSI DASAR
1.   Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
1.1   Menerima Bahasa Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa
1.2   Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.
1.3   Mengucapkan doa dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang dianutnya
2.   Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
2.1 Menyapa orang lain dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih, atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya
2.2 Gemar menggali informasi melalui membaca dan mendengarkan dari sumber lain berdasarkan rasa ingin tahu
2.3 Berperilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari
2.4 Menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari
3.   Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati,  menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3.1  Mendengarkan isi berita dari televisi atau radio, mencatat pokok-pokok isinya, dan menanggapi isinya secara tertulis
3.2  Mendengarkan atau membaca drama anak-anak dan menjelaskan secara lisan tokoh, latar, tema,dan amanat serta memerankannya
3.3  Membaca laporan hasil kunjungan ke tempat produk-produk unggulan lokal dan menyajikan hasil pengamatan secara lisan
3.4  Membaca dan mengajukan pendapat secara tertulis informasi dari kolom/rubrik khusus (majalah anak-anak, koran, dsb.)  
3.5  Membaca  teks tentang berbagai peristiwa (gejala alam, pencemaran, perubahan iklim), mengajukan pertanyaan, meringkas, dan mengajukan pendapat secara tertulis
3.6  Membaca artikel yang berisi tabel atau grafik tentang barang-barang yang diperdagangkan dari dan ke luar Indonesia dan menarasikannya
4.   Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
4.1   Menyampaikan pesan atau informasi dari berbagai media (cetak dan elektronik)  dengan bahasa yang runtut
4.2   Membacakan puisi karya sendiri  dengan lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat  
4.3   Mengisi formulir (pendaftaran, kartu anggota,  daftar riwayat hidup, dsb.)
4.4   Menyusun naskah pidato atau sambutan (perpisahan, ulang tahun, perayaan sekolah, dsb.) 
4.5   Menulis karangan tentang dampak positif dan negatif dari masuknya budaya asing ke Indonesia
4.6   Mengungkapkan secara lisan tindakan yang akan dilakukan seandainya menjadi seorang tokoh atau pemimpin dalam menetapkan pilihan saat menghadapi berbagai perbedaan
4.7   Mengamati dan menyusun laporan tentang peristiwa makan dan dimakan (rantai makanan) pada hewan, dan cara penyesuaian diri terhadap lingkungan terkait dengan bentuk tubuh
4.8   Melakukan penyelidikan sederhana dan menulis laporan tentang perubahan bentuk energi dan pemanfaatannya dalam kehidupan
4.9   Membaca teks dan mendiskusikan cara-cara mengelola usaha koperasi
4.10Menceritakan kebanggaan penggunaan produk nasional
4.11Mengenal dan menceritakan produk unggulan di daerahnya (provinsi)
4.12Membaca  teks tentang gejala alam di Indonesia dan mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan dalam diskusi
4.13Menulis puisi tentang lingkungan sekitar

 Sumber : disarikan dari sana sini